Beranda / Pendidikan / Kabupaten Bandung Raih Predikat PUG Terbaik, Wujud Nyata Pemberdayaan Perempuan

Kabupaten Bandung Raih Predikat PUG Terbaik, Wujud Nyata Pemberdayaan Perempuan

Lensa Nasional – Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety Dadang Supriatna, berhasil menerima penghargaan atas capaian terbaik dalam implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) tingkat Kabupaten/Kota. Penghargaan ini diserahkan oleh Pj Ketua TP PKK Jawa Barat, Ananda Soemedi Bey Machmudin, dalam rangkaian acara Peringatan Hari Ibu dan Wisuda Sekoper Jabar yang berlangsung di Sport Jabar Arcamanik, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, pada Selasa (24/12/2024).

Pencapaian ini menunjukkan keseriusan Kabupaten Bandung dalam memberdayakan perempuan melalui berbagai program strategis. Program-program tersebut mencakup pelatihan dan pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi perempuan.

“Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas apa yang telah dicapai, tetapi juga sebuah langkah maju menuju masa depan yang lebih inklusif, di mana perempuan dapat berkontribusi signifikan bagi pembangunan bangsa, khususnya di Kabupaten Bandung,” ujar Emma Dety.

Emma juga menyampaikan bahwa prestasi ini diperoleh berkat dukungan dari 100 peserta wisuda Sekoper Jabar dari RW 13 Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Menurutnya, perempuan-perempuan tersebut adalah simbol kekuatan dan tekad untuk menciptakan generasi yang mampu bersaing dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Momen ini menjadi tonggak penting untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan. Selain itu, ini juga menjadi dorongan untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender dan transformasi sosial yang lebih adil di masyarakat,” tambahnya.

Pada tahun sebelumnya, Kabupaten Bandung telah meraih penghargaan dalam kategori Madya untuk Pengarusutamaan Gender (PUG) pada ajang Penganugerahan Parahita Ekapraya 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Sebagai informasi, PUG merupakan strategi penting untuk memastikan bahwa perspektif gender terintegrasi dalam semua kebijakan, program, dan kegiatan baik di pemerintahan maupun organisasi non-pemerintah. Melalui strategi ini, perempuan dijamin memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara dalam pembangunan, guna menciptakan keadilan gender yang lebih merata.

Sumber: Diskominfo Kab. Bandung/FNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *