LENSA NASIONAL – Suasana berbeda terlihat di Saung Komando, Ciwidey, Kabupaten Bandung, pada 2–3 Juni 2026. Bukan aroma masakan dari dapur restoran yang mendominasi, melainkan semangat kolaborasi dan diskusi yang menghangatkan pertemuan puluhan pelaku usaha kuliner dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Sebanyak 50 pengusaha kuliner mengikuti forum eksklusif bertajuk “From Network To Net-Worth” yang diselenggarakan oleh Hipmi Culinary Indonesia (HCI) Jawa Barat. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bertukar pengalaman, memperluas jejaring bisnis, serta memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha kuliner dalam menghadapi berbagai tantangan industri yang terus berkembang.
Ketua HCI Jawa Barat, Fery Dwi Maryanto, mengatakan bahwa forum tersebut sengaja dibatasi hanya untuk 50 peserta agar tercipta diskusi yang lebih intensif dan berkualitas.
“Bisnis yang besar tidak dibangun sendirian. Di era saat ini, jaringan yang kuat akan melahirkan peluang yang lebih besar. Karena itu tema From Network To Net-Worth bukan sekadar slogan, tetapi sebuah pengingat bahwa ketika para pelaku usaha saling terhubung, saling mendukung, dan saling bertumbuh, maka nilai yang tercipta akan jauh melampaui keuntungan finansial semata,” ujar Fery.
Menurutnya, HCI Jawa Barat hadir sebagai rumah kolaborasi bagi para pengusaha kuliner agar dapat berkembang bersama dan memberikan dampak yang lebih luas bagi industri kuliner Indonesia.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda mulai dari Focus Group Discussion (FGD), sesi berbagi pengalaman bersama mentor, pembahasan studi kasus bisnis, BBQ Night, hingga sesi networking yang berlangsung dalam suasana santai dan akrab.
Berbagai isu yang menjadi tantangan pelaku usaha kuliner turut dibahas, mulai dari strategi menghadapi penurunan penjualan, pengelolaan sumber daya manusia, penguatan merek, hingga upaya membangun loyalitas pelanggan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah mentor dan praktisi bisnis yang telah memiliki pengalaman panjang di industri kuliner dan bisnis, di antaranya Fery Dwi Maryanto selaku Ketua HCI Jawa Barat dan Founder Martabak MM, M. Ihsan Akhirulsyah selaku CEO Hifeed.co, Rahadika W. Nugraha selaku Owner Kolato.id dan Bakso Tujuh Pemuda, Wahid Nurdin selaku Founder dan Principal Consultant Leap Advisory, Fatimah sebagai Finance Consultant, serta Ade Sinuhaji selaku Owner Aji Ramen & Gyoza dan Aji Grup Indonesia.
Ketua Pelaksana kegiatan, Budi Syihabudin dari Bambooberry, menyampaikan bahwa antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap ruang belajar dan kolaborasi yang lebih dekat dan relevan dengan kondisi bisnis saat ini.

“Dukungan dan kolaborasi yang diberikan membuktikan bahwa ekosistem kuliner Jawa Barat memiliki semangat gotong royong yang luar biasa. Semoga hubungan yang terjalin selama dua hari ini dapat terus berlanjut menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha kuliner di Jawa Barat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar forum bisnis, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas antar pelaku usaha kuliner. Para peserta tidak hanya membawa pulang materi dan wawasan baru, tetapi juga jaringan, peluang kolaborasi, serta semangat baru untuk terus mengembangkan usahanya.
Melalui kegiatan From Network To Net-Worth, HCI Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri kuliner melalui edukasi, mentoring, networking, dan kolaborasi bisnis yang berkelanjutan.
HCI Jawa Barat meyakini bahwa masa depan industri kuliner Indonesia akan lahir dari semangat gotong royong dan kolaborasi para pelaku usaha yang terus bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan berinovasi menghadapi tantangan zaman.
(Red)




