Lensa Nasional – Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dharmawan, mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah yang baik untuk mencegah banjir di musim hujan. Hal ini ia sampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dan Kesiapsiagaan Natal 2024 serta Tahun Baru 2025 di Gedung Pakuan.
“Banjir tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga akibat perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap pengelolaan sampah. Kami terus berupaya menangani isu ini sambil mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Dharmawan.
Persiapan BPBD Kota Bandung
Dalam rapat yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah se-Jawa Barat, Dharmawan mengungkapkan bahwa Kota Bandung tengah memproses pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai langkah strategis untuk menangani bencana secara lebih terorganisir.
“Pembentukan BPBD Kota Bandung saat ini sedang dibahas di Pansus. Kami berharap keberadaan BPBD nantinya dapat memperkuat kesiapan menghadapi bencana di masa depan,” jelasnya.
Langkah Antisipasi Pemkot Bandung
Untuk menghadapi musim hujan tahun ini, Dharmawan menyebut Pemkot Bandung telah melaksanakan program Mapag Hujan, yang melibatkan berbagai upaya pencegahan banjir. Salah satunya adalah penyiapan pompa-pompa air oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga untuk mengatasi tingginya intensitas hujan.
“Pompa-pompa air sudah kami siapkan untuk mengurangi risiko genangan. Namun, kami juga memerlukan dukungan dari masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Dukungan Provinsi Jawa Barat
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Jawa Barat, Letjen TNI Suharyanto, menyebut Jawa Barat sebagai daerah dengan risiko bencana hidrometeorologi yang tinggi, seperti banjir dan tanah longsor. Pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk masing-masing kabupaten dan kota, serta memberikan perlengkapan pendukung untuk penanganan bencana.
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, provinsi, dan lembaga terkait dalam menangani bencana.
“Fokus utama kita adalah menyelamatkan warga dan menangani pengungsi. Untuk daerah rawan banjir seperti Kabupaten Bandung, kami terus bersinergi dengan BNPB dan BWS guna perbaikan penanganan,” ungkap Bey.
Harapan untuk Kesiapan Kota Bandung
Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapan Kota Bandung dalam menghadapi musim hujan. Dengan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, Pemkot Bandung berharap dapat meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi terhadap masyarakat.


